Tassawuf

Tasawuf

Tasawuf bukanlah ilmu yang berdiri sendiri.Tetapi satu kesatuan dalam ajaran islam yang tujuannya adalah pembentukan akhlak mulia,menjadikan manusia marifat(arif dan bijaksana),mengantarkan seseorang dalam menjalankan ibadah sehingga ia mencapai pada kebenaran hakiki.ia akan dapat merasakan kenikmatan beribadah karena jiwanya bisa merapat kepada Al Haq.

Mengingat cakupan ajaran islam yang begitu luas dan kompleks,maka ulama kemudian menjadikan tassawuf sebagai bagian dari sebuah ilmu yang dikaji secara mendalam.Sehingga seolah olah ia berdiri sendiri.

Ditinjau dari bahasa,akar kata tasawuf berasal dari kata “shuuf” yang berarti kain kasar.menurut ulama salaf,istilah itu digunakan untuk para sahabat yang miskin(fakir)yang pada saat itu menggunakan kain wol yang kasar untuk pakaiannya.Meskipun demikian,para sahabat yang miskin secara lahiriah itu ternyata kaya secara batiniyah.hatinya lebih tenteram,damai dan aman karena bersandar pada akidah.mereka serahkan kehidupannya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.kedekatan jiwa kepada Allah itu menimbulkan sifat qonaah dalam hatinya.Mereka tidak lagi punya keinginan hidup mewah dan larut dalam permainan duniawi.

Dalam kalimat yang sederhana Tasawuf berarti menyucikan jiwa dan pendekatan diri kepada Allah.

Banyak orang awam yang bertanya Apakah arti dari tassawuf itu benar2 meninggalkan dunia?lantas bagaimana menjalani hidup ini dengan mengamalkan ajaran tassawuf?berikut jawabannya.

Ilmu tasawuf semata mata bertujuan sebagai sarana keempurnaan ibadah seorang hamba terhadap tuhannya.Agar tujuan ibadah itu menjadi benar benar ibadah(hakikat ibadah),maka seseorang harus memutuskan hubungan dengan selain Allah.Artinya segala sesuatu itu disandarkan kepada Allah,jangan disandarkan kepada mahluk.jangan berharap apapun kepada manusia.jalan yang ditempuh selain itu ialah seseorang harus berhati hati dalam menyikapi permainan hidup.
Banyak permainan hidup yang membuat orang menjadi binasa(menderita).Harta benda dan kemewahan,merupakan bagian hidup yang pada umumnya justru membawa celaka pemiliknya.memjadikan pemiliknya sombong dan tamak.Dengan menempuh jalan sufi,diharapkan seseorang tidak diperdaya oleh harta benda,tetapi dia yang mampu memanfaatkan seluruh harta bendanya sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah .bukankah Rosulullah memanfaatkan seluruh hartanya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi umat manusia,bahkan beliaupun tidak menyisakan sedikitpun harta bagi keluarganya.itu dilakukannya karena beliau tidak berlebihan mencintai harta duniawi.segalanya untuk pengembangan dan perjuangan islam.sekarang umat manusia di seluruh dunia menikmati hasil dari pengorbanannya itu.

jadi ajaran sufi itu mengajarkan orang itu hidup sederhana baik dalam keaadan kaya ataupun miskin,mengajarkan tawakal dalam keadaan baik maupun buruk.sebab sesungguhnya takdir buruk itu diciptakan Oleh Allah untuk kebaikan manusia juga.

Di ibaratkan sesungguhnya takdir buruk itu seperti sepiteng(tempat pembuangan kotoran manusia).umumnya orang sudah menganggap buruk lebih awal jika disebut sebut kata kata sepiteng.orang merasa jijik terlebih dahulu.Tapi apa jadinya jika sebuah keluarga yang ada di dalam rumah mewah,lengkap,dengan ruang tamu yang indah dan ruang keluarga yang nyaman,tapi di dalamnya tak ada pembuangan limbah kotoran para penghuninya??.jelas kemewahan,keindahan dan kenyamanan menjadi tak ada artinya sebab masing masing anggota keluarga senantiasa disibukan mencari tempat dimana buang hajat.

Begitu pula dengan takdir buruk.sesungguhnya jika kita berfikir bijak dan arif,takdir buruk sebenarnya adalah takdir baik.setiap keburukan sebenarnya dibutuhkan manusia.agar menjadi seimbang.

Ajaran sufi juga mengajarkan tak boleh cemas dengan bagaimana keadaan kita esok hari.memikirkan rezeki kita ataupun nasib kita kelak.karena sesungguhnya Allah sudah menentukannya,saat sebelum kita dilahirkan di dunia.

Syekh Abdul qodir al jillany berkata sebenarnya rezekimu tidak bertambah dan tidak berkurang.apa yang telah ditentukan baik dan buruk pasti menimpamu.karena itu jangan menyibukan pada hal hal yang sudah selesai dan tuntas dari Allah,dan sibuklah untuk taat kepadanya.
Rosulullah berkata Agama itu mudah,hakikatnya untuk memudahkan kita mencapai Allah,namun terkadang nafsu kita yang membuat sulit,jai dalam beragama janganlah berfikiran apa2 yang sudah tuntas dari Allah.beribadahlah hanya untuknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s